Buka Puasa Bersama, FITK Perkuat Silaturahmi dan Spiritualitas Ramadan melalui Tausiah KH. Akhmad Sodiq
Buka Puasa Bersama, FITK Perkuat Silaturahmi dan Spiritualitas Ramadan melalui Tausiah KH. Akhmad Sodiq

 

Bukber fitk 2026c

Buka Puasa Bersama, FITK Perkuat Silaturahmi dan Spiritualitas Ramadan melalui Tausiah KH. Akhmad Sodiq

Gedung FITK, BERITA FITK Online—Suasana kebersamaan dan kehangatan Ramadan terasa kuat dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (10/03). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika FITK sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat refleksi spiritual di bulan suci Ramadan.

Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diawali dengan sambutan dari pimpinan fakultas. Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. Yudhi Munadi, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh civitas akademika yang meluangkan waktu untuk berkumpul dalam suasana kebersamaan Ramadan.

Ia menekankan bahwa kegiatan buka puasa bersama bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang memperkuat ukhuwah dan memperdalam pengalaman spiritual selama menjalankan ibadah puasa.

“Ramadan adalah momentum yang sangat istimewa. Di bulan ini kita belajar menundukkan diri, menata hati, dan memperkuat kebersamaan. Karena itu kegiatan seperti ini bukan sekadar menikmati hidangan berbuka, tetapi menikmati kebersamaan dan keberkahan yang Allah hadirkan,” ujarnya.

Bukber fitk 2026a

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh ulama dan akademisi, KH. Dr. Akhmad Sodiq, M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memahami Al-Qur’an tidak hanya pada tingkat bacaan, tetapi juga pada kedalaman maknanya.

Ia mengutip pandangan Sayyidina Ali yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki beberapa lapisan makna.

“Menurut Sayyidina Ali, Al-Qur’an memiliki empat lapisan: ada yang bersifat lahir (zahir), ada yang batin, ada batas-batas hukumnya, dan ada pula tempat munculnya rahasia-rahasia Allah. Selama ini banyak orang baru menyentuh bagian lahirnya saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali dalam karya Jawahir al-Qur’an yang menjelaskan bahwa pemahaman Al-Qur’an memiliki tingkatan, mulai dari penguasaan ilmu-ilmu dasar hingga mencapai puncak pengetahuan berupa ma’rifat kepada Allah.

Menurutnya, membaca Al-Qur’an merupakan langkah awal yang penting, namun umat Islam juga perlu berusaha memahami pesan dan hikmah yang terkandung di dalamnya melalui tafsir dan kajian yang mendalam.

Dalam tausiahnya, KH. Akhmad Sodiq juga menyoroti keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan yang di dalamnya terdapat malam yang sangat agung, yaitu Laylatul Qadr.

Ia menjelaskan bahwa malam tersebut merupakan malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

“Allah memberikan keistimewaan luar biasa kepada umat Nabi Muhammad. Ibadah pada satu malam Laylatul Qadr dapat bernilai lebih baik dari seribu bulan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada umat ini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa malam tersebut merupakan momen turunnya para malaikat ke bumi untuk membawa rahmat dan kedamaian bagi orang-orang yang beribadah.

Karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk memaksimalkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan memperdalam refleksi spiritual.

“Ramadan adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Jangan sampai bulan ini berlalu tanpa meninggalkan perubahan pada hati dan perilaku kita,” pesannya.

Kegiatan buka puasa bersama ini kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan berbuka puasa dalam suasana penuh kekeluargaan. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan seluruh civitas akademika FITK dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, solidaritas, dan kebersamaan di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, FITK berharap semangat Ramadan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi energi moral bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas pengabdian dalam dunia pendidikan dan keilmuan. (AM)