FITK UIN Jakarta Gelar Yudisium Wisuda ke-140, Siapkan Lulusan Adaptif dan Kompetitif di Era Digital
FITK UIN Jakarta Gelar Yudisium Wisuda ke-140, Siapkan Lulusan Adaptif dan Kompetitif di Era Digital
Auditorium Harun Nasution, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Pelepasan Alumni dan Yudisium Wisuda Sarjana ke-140 di Auditorium Harun Nasution, Selasa (19/5/2026). Mengusung tema “Meneguhkan Cita-Cita Kebangsaan dalam Mewujudkan Generasi Digital yang Kompetitif”, kegiatan ini menjadi momentum pelepasan ratusan lulusan FITK yang siap memasuki dunia kerja dan pengabdian di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kegiatan diawali dengan sesi materi dan pembekalan yang menghadirkan narasumber Ganes Bagaskara. Dalam pemaparannya, Ganes menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi otomasi dan Robotic Process Automation (RPA) untuk meningkatkan efektivitas kerja di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan administrasi kampus.
Menurutnya, otomasi hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan membantu manusia menyelesaikan pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang agar dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan analisis dan kreativitas.
“Intinya, otomasi itu sebenarnya bukan menggantikan manusia, tetapi membantu manusia kembali pada fungsi manusianya, yakni berpikir, menganalisis, dan berinovasi,” ujar Ganes Bagaskara dalam sesi pembekalan.
Ia menambahkan bahwa generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan sistem otomasi yang kini berkembang sangat cepat di dunia industri maupun pendidikan.
“Jadilah manusia yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi. AI mungkin mampu memproses data dengan cepat, tetapi kreativitas, empati, dan kemampuan berpikir kritis tetap menjadi kekuatan utama manusia,” tambahnya.

Dekan FITK Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi titik awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Hari ini menandai bahwa kalian telah berhasil menyelesaikan satu tahapan penting dalam kehidupan. Gelar akademik yang diraih bukan hanya simbol capaian intelektual, tetapi juga amanah untuk menjadi pribadi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut Prof. Siti Nurul Azkiyah menyoroti tantangan pendidikan di era digital yang kini berdampingan dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir manusia.
“Kita mungkin hidup berdampingan dengan AI yang mampu menjawab berbagai pertanyaan hanya dalam hitungan detik. Namun pertanyaan pentingnya adalah, apakah proses belajar juga benar-benar terjadi ketika semua jawaban tersedia secara instan?” tutur Prof. Siti Nurul Azkiyah.
Dekan FITK juga menegaskan bahwa tugas pendidikan saat ini adalah membentuk generasi digital yang mampu berpikir kritis, melakukan analisis, serta memiliki karakter dan integritas kuat dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Tugas kita adalah mengajarkan generasi digital agar mampu melakukan critical analysis terhadap berbagai informasi yang diberikan teknologi. Pendidikan harus tetap menghadirkan nilai, etika, dan kemanusiaan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut juga dibacakan Surat Keputusan Dekan FITK tentang penetapan peserta wisuda sarjana, magister, dan doktor ke-140 Tahun Akademik 2025/2026. Berdasarkan keputusan tersebut, total lulusan FITK yang mengikuti yudisium kali ini berjumlah 288 orang yang terdiri atas 261 lulusan program sarjana, 25 lulusan program magister, dan 2 lulusan program doktor.
Prosesi yudisium berlangsung khidmat dan penuh haru, terutama saat pelepasan jaket almamater secara simbolis sebagai tanda berakhirnya masa studi mahasiswa di lingkungan FITK. Kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan hiburan dari mahasiswa.
Menutup sambutannya, Prof. Siti Nurul Azkiyah berpesan agar seluruh lulusan FITK terus menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Apapun profesi yang nanti kalian jalani, teruslah belajar, teruslah terbuka terhadap perubahan, dan jadilah inspirasi bagi generasi berikutnya. Ilmu yang diperoleh hari ini harus menjadi jalan kebermanfaatan untuk masyarakat, bangsa, dan dunia,” pungkasnya.
Yudisium ke-140 ini merupakan yudisium terakhir bagi Saprudin, S.Pd. selaku JFT. Pengembang Teknologi Pembelajaran FITK UIN Jakarta yang memasuki masa purna tugas tahun 2026. (AM)




