FITK UIN Jakarta Jajaki Kolaborasi dengan The Mangrove, Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris dan Pedagogi
FITK UIN Jakarta Jajaki Kolaborasi dengan The Mangrove, Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris dan Pedagogi
Gedung FITK, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan Mr. Yuta Otake, Regional English Language Office (RELO) Fellow pada U.S. Embassy, Kamis (3/9/2026). Kunjungan yang berlangsung di Ruang Dekan FITK tersebut menjadi momentum penjajakan kerja sama dalam penguatan kompetensi mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan profesionalisme guru Bahasa Inggris.
Saat ini, Mr. Yuta Otake merupakan CEO sekaligus trainer di The Mangrove, lembaga berbasis di Yogyakarta yang bergerak dalam bidang pelatihan dan pengembangan kapasitas pendidikan serta Bahasa Inggris. Kehadirannya di FITK membuka peluang kolaborasi antara The Mangrove dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI).

Pertemuan tersebut dihadiri Dekan FITK Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., Plt. Ketua Program Studi MPBI Yenny Rahmawati, Ph.D., Sekretaris Program Studi MPBI Neneng Sunengsih, M.Pd., Sekretaris Program Studi PBI Atik Yuliyani, M.A. TESOL, serta dosen PBI Teguh Khaerudin, Ph.D.
Dalam pertemuan, kedua pihak berdiskusi mengenai profil dan kegiatan masing-masing, kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa PBI/MPBI, serta berbagai bentuk kontribusi yang dapat diberikan The Mangrove melalui pelatihan maupun kegiatan pengembangan profesional.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa
Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah program peningkatan English Pedagogical Skills bagi mahasiswa semester akhir. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pedagogis calon guru Bahasa Inggris agar memiliki keterampilan mengajar yang praktis, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di lapangan.
Program tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pelatihan, workshop, praktik mengajar, hingga mentoring. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai aspek kebahasaan, tetapi juga semakin siap menerapkan kompetensi pedagogis ketika memasuki dunia pendidikan.
Sementara itu, bagi mahasiswa semester awal, penjajakan kerja sama diarahkan pada program English for Communication. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Inggris secara aktif dan percaya diri, baik dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan berbasis praktik diharapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menggunakan Bahasa Inggris secara langsung sehingga kemampuan komunikasi mereka dapat berkembang secara lebih natural.
Penguatan Kapasitas Dosen melalui Training of Trainers
Peluang kolaborasi juga mencakup penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) bagi dosen PBI. Program ini berpotensi dikembangkan berdasarkan modul peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tengah dikembangkan oleh dosen PBI bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Modul tersebut dapat menjadi salah satu landasan dalam pengembangan program ToT. Melalui program ini, dosen PBI diharapkan memiliki kapasitas sebagai trainer yang mampu mendiseminasikan sekaligus mengimplementasikan materi kepada guru-guru Bahasa Inggris MI.
Kerja sama dengan The Mangrove juga dapat memperkuat aspek training skills, facilitation skills, instructional strategies, serta kemampuan pendampingan guru. Dengan demikian, dosen PBI tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga dapat mengambil peran lebih luas sebagai trainer dan fasilitator dalam pengembangan profesional guru Bahasa Inggris MI.
Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan memastikan modul yang dikembangkan tidak berhenti sebagai dokumen atau bahan ajar, tetapi dapat diimplementasikan melalui program pelatihan yang terstruktur dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris MI.
Membuka Peluang Sister School dengan Jepang
Selain pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen, pertemuan juga membahas peluang pengembangan sister school antara Madrasah Pembangunan dan salah satu sekolah di Jepang.
Inisiatif tersebut berpotensi membuka ruang bagi kedua sekolah untuk membangun hubungan kelembagaan sekaligus memperluas pengalaman pendidikan lintas negara. Bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain student exchange, virtual exchange, collaborative learning projects, cultural exchange, dan teacher exchange.
Melalui program tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar lintas budaya, meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, serta memperluas wawasan mengenai sistem dan praktik pendidikan di negara lain.
Dalam penjajakan ini, Mr. Yuta Otake berpotensi membantu menjembatani hubungan dengan sekolah di Jepang, termasuk dalam mengidentifikasi calon sekolah mitra yang memiliki kesesuaian visi, karakteristik peserta didik, dan bidang kerja sama yang dapat dikembangkan.
Menuju Kolaborasi Berkelanjutan
Pertemuan antara FITK dan The Mangrove menghasilkan kesepahaman awal bahwa sejumlah alternatif kerja sama tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan mahasiswa, dosen, dan guru mitra.
Tahap berikutnya akan diarahkan pada pemetaan kebutuhan (needs analysis), penentuan prioritas program, serta pembahasan mengenai bentuk kegiatan, target peserta, durasi, dan mekanisme pelaksanaan masing-masing program.
Penjajakan kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi PBI dan MPBI FITK dalam memperluas jejaring kolaborasi sekaligus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan pendidikan.
Melalui kolaborasi dengan The Mangrove, FITK diharapkan semakin memperkuat perannya dalam menyiapkan calon pendidik Bahasa Inggris yang kompeten, sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dan memperluas kontribusi program studi dalam pengembangan profesionalisme guru Bahasa Inggris di madrasah. (red.MPBI)


