FITK UIN Jakarta Matangkan Persiapan PBAK, Fokus pada Mobilisasi, Keamanan, dan Kenyamanan Mahasiswa Baru
FITK UIN Jakarta Matangkan Persiapan PBAK, Fokus pada Mobilisasi, Keamanan, dan Kenyamanan Mahasiswa Baru

FITK UIN Jakarta Matangkan Persiapan PBAK, Fokus pada Mobilisasi, Keamanan, dan Kenyamanan Mahasiswa Baru

Gedung PPG, Berita FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi panitia PBAK yang digelar di Gedung PPG FITK UIN Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Persiapan PBAK

Rapat koordinasi menjadi ruang untuk memastikan seluruh aspek teknis pelaksanaan PBAK berjalan tertib, aman, nyaman, dan terkoordinasi. Pembahasan mencakup kesiapan fasilitas, pembagian lokasi kegiatan, mobilisasi mahasiswa, pengaturan jalur masuk dan keluar, keamanan, kesehatan, kebersihan, hingga kesiapan panitia dan mentor.

Kabag TU FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Imam Thobroni, menegaskan bahwa kesiapan fasilitas dan pengamanan mahasiswa menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan PBAK. Menurutnya, koordinasi tidak hanya dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai jadwal, tetapi juga untuk mengantisipasi berbagai potensi persoalan di lapangan.

“Koordinasi ini bukan sekadar mengawasi, tetapi memastikan setiap gerak dan langkah panitia dalam melaksanakan kegiatan sudah dipersiapkan dengan baik. Pekerjaan ini cukup berat, sehingga setiap bagian harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Imam.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan barang milik mahasiswa baru selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, mahasiswa baru harus mendapatkan pengalaman awal yang baik ketika memasuki lingkungan kampus.

“Kita harus memastikan jangan sampai ada kehilangan barang. Ini menyangkut citra awal kampus di mata mahasiswa dan orang tua. Karena itu, pengamanan, pendampingan, dan pengawasan harus dipersiapkan sejak awal,” tambahnya.

Pemetaan Lokasi dan Mobilisasi Mahasiswa

Dalam rapat tersebut, Ketua PBAK, Fachri Akbar, memaparkan kesiapan rangkaian kegiatan sekaligus pola mobilisasi mahasiswa baru selama pelaksanaan PBAK. Pengaturan mobilisasi menjadi salah satu perhatian utama karena kegiatan melibatkan mahasiswa dalam jumlah besar dan dilaksanakan di beberapa titik.

Pada salah satu rangkaian kegiatan di universitas, FITK mendapatkan kuota yang akan dibagi berdasarkan kelompok mahasiswa. Pada hari pertama, misalnya, mahasiswa dari kelompok ganjil akan mengikuti kegiatan di lokasi yang telah ditentukan, dengan dukungan pendampingan dari pihak fakultas.

Fachri menjelaskan bahwa pola mobilisasi telah disusun agar mahasiswa tidak menumpuk pada satu titik. Setiap kelompok akan diarahkan melalui jalur yang telah ditentukan dan didampingi oleh panitia maupun mentor.

“Kami berupaya memastikan mobilisasi mahasiswa berlangsung tertib sejak titik kumpul sampai kembali ke fakultas. Setiap kelompok akan diarahkan sesuai jalur dan lokasi yang sudah ditentukan, sehingga tidak terjadi penumpukan dan seluruh peserta dapat terpantau,” jelas Fachri.

Perpus PPG

Selain mobilisasi, koordinasi juga diarahkan pada pengaturan jadwal dan penggunaan ruang di lingkungan FITK. Setiap program studi akan mendapatkan ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan kepanitiaan, kesehatan, maupun kebutuhan ibadah mahasiswa selama rangkaian PBAK berlangsung.

Dalam rapat juga dibahas pembagian ruang bagi panitia dan unit kesehatan. Untuk program studi dengan jumlah mahasiswa yang besar, disiapkan beberapa ruang agar kegiatan dapat berlangsung lebih tertib dan kebutuhan peserta dapat terakomodasi.

Perhatian pada Keamanan dan Kesehatan

Aspek keamanan menjadi bagian penting dalam persiapan PBAK. Panitia bersama pihak fakultas membahas kebutuhan personel pengamanan, koordinasi dengan petugas keamanan kampus, serta pengaturan penyeberangan mahasiswa di sekitar lingkungan kampus.

Khusus mahasiswa baru, panitia juga menyiapkan pola pendampingan melalui mentor kelompok. Pendampingan tersebut tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga ketika mahasiswa melakukan mobilisasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Koordinasi dengan tim kesehatan universitas juga telah dilakukan. Mahasiswa yang memiliki kebutuhan kesehatan tertentu akan diidentifikasi sejak awal sehingga dapat memperoleh perhatian dan penanganan yang sesuai selama kegiatan berlangsung.

Imam menekankan agar seluruh unsur yang terlibat tidak mengabaikan aspek keselamatan.

“Kita ingin PBAK berjalan baik, tetapi keselamatan dan kenyamanan mahasiswa tetap menjadi prioritas. Karena itu, setiap kegiatan harus mempertimbangkan kondisi lokasi, keamanan, kesehatan, serta kesiapan petugas yang mendampingi,” tuturnya.

Dorong PBAK yang Tertib, Edukatif, dan Berkarakter

Selain aspek teknis, rapat koordinasi juga menekankan pentingnya membangun suasana PBAK yang mencerminkan budaya akademik dan karakter mahasiswa UIN Jakarta.

Panitia dan mentor diharapkan menjadi teladan bagi mahasiswa baru, baik dari sisi sikap, kedisiplinan, komunikasi, maupun kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan semangat menjadikan PBAK bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga momentum awal untuk mengenalkan budaya akademik dan nilai-nilai kehidupan kampus.

Fachri menambahkan, koordinasi lintas unsur menjadi kunci agar seluruh rangkaian PBAK dapat berlangsung sesuai dengan rencana.

“PBAK ini melibatkan banyak pihak, sehingga komunikasi menjadi kunci. Kami terus melakukan koordinasi dengan fakultas, program studi, mentor, bagian fasilitas, keamanan, dan kesehatan agar setiap kebutuhan di lapangan dapat dipastikan sejak awal,” ungkap Fachri.

Ia berharap seluruh panitia dan mentor dapat menjalankan perannya secara maksimal sehingga mahasiswa baru memperoleh pengalaman pertama yang positif di lingkungan UIN Jakarta.

Sementara itu, Imam mengingatkan agar semangat kebersamaan selama PBAK juga dibarengi dengan kepedulian terhadap fasilitas kampus dan kebersihan lingkungan. Peserta diharapkan membawa perlengkapan pribadi secukupnya serta meminimalkan penggunaan kemasan sekali pakai.

“Kita ingin PBAK tidak hanya sukses dari sisi acara, tetapi juga meninggalkan kesan positif terhadap lingkungan kampus. Kebersihan, ketertiban, dan kepedulian terhadap fasilitas harus menjadi bagian dari budaya yang kita tanamkan kepada mahasiswa baru,” katanya.

Rapat koordinasi ditutup dengan penegasan kembali terhadap tugas masing-masing unsur panitia serta kebutuhan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi dan fasilitas sebelum kegiatan berlangsung. Dengan koordinasi yang semakin matang, FITK UIN Jakarta berkomitmen mendukung pelaksanaan PBAK yang aman, tertib, humanis, dan mampu memberikan pengalaman akademik awal yang positif bagi mahasiswa baru. (AM)