FITK UIN Jakarta Terima Kunjungan Studi Tiru Laboran UIN Jambi, Perkuat Tata Kelola dan Inovasi Laboratorium
FITK UIN Jakarta Terima Kunjungan Studi Tiru Laboran UIN Jambi, Perkuat Tata Kelola dan Inovasi Laboratorium
Gedung FITK, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan studi tiru dari laboran UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi dalam rangka memperkuat tata kelola laboratorium serta pengembangan inovasi pembelajaran berbasis praktik.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) serta pengalaman dalam pengelolaan laboratorium di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr. Yudhi Munadi, S.Ag., M.Ag.menegaskan pentingnya penguatan sistem tata kelola laboratorium yang terencana dan berkelanjutan.
“Laboratorium merupakan bagian strategis dalam mendukung kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dirancang secara sistematis, mulai dari perencanaan, pengadaan sarana, hingga penguatan sumber daya manusia. Kuncinya adalah konsistensi, komunikasi yang efektif, serta keberanian untuk terus mengajukan inovasi,” ujar Yudhi.
Berbagi Strategi dan Tantangan Pengelolaan Laboratorium
Dalam sesi diskusi, Rita Syafitri, S.Si., M.Pd., perwakilan laboran UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya terkait pengadaan alat laboratorium yang memerlukan biaya besar serta keterbatasan fasilitas.
“Kami datang dengan semangat untuk belajar dari pengalaman FITK UIN Jakarta. Tantangan utama kami adalah pengadaan alat laboratorium yang membutuhkan biaya cukup besar, sehingga sering kali belum menjadi prioritas. Kami berharap mendapatkan strategi yang tepat untuk menyiasati hal tersebut,” ungkap Rita.
Senada dengan itu, Junita Br Surbakti, S.Ag., M.Ud. turut menyoroti pentingnya penguatan sistem pengelolaan laboratorium serta dukungan kebijakan institusi.
“Kunjungan ini sangat membuka wawasan kami, terutama dalam hal strategi pengelolaan laboratorium, mulai dari perencanaan hingga pengembangan sumber daya manusia. Kami melihat banyak praktik baik yang bisa kami adaptasi di kampus kami,” ujarnya.
Strategi Efektif: Proposal, Kolaborasi, dan Konsistensi
Menanggapi berbagai tantangan tersebut, tim FITK berbagi strategi penguatan laboratorium, di antaranya penyusunan proposal yang efektif, pendekatan komunikasi dengan pimpinan, serta pentingnya konsistensi dalam pengajuan program.

“Proposal yang baik harus ringkas, jelas, dan menarik secara visual. Pimpinan membutuhkan informasi yang cepat dipahami. Karena itu, penyajian menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengajuan,” jelas salah satu pengelola laboratorium.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra eksternal, juga menjadi solusi dalam mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana.
Inovasi Pengembangan Laboratorium Terintegrasi
FITK UIN Jakarta turut memaparkan sejumlah inovasi pengembangan laboratorium yang telah dilakukan, antara lain:
- Pengembangan laboratorium sumber belajar berbasis digital
- Integrasi podcast dan media pembelajaran dalam laboratorium
- Transformasi ruang menjadi laboratorium seni dan budaya
- Penyediaan ruang riset dan diskusi kolaboratif dosen
Inovasi lain yang menarik adalah hadirnya ruang layanan mahasiswa seperti “pojok curhat” yang berfungsi sebagai ruang konsultasi terbuka bagi mahasiswa.
Penguatan SDM dan Peran Laboran
Dalam aspek sumber daya manusia, FITK menekankan pentingnya peningkatan kompetensi laboran melalui pelatihan dan sertifikasi secara berkelanjutan.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa sebagai asisten laboratorium menjadi bagian dari strategi penguatan pembelajaran berbasis praktik, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.
Adaptasi Kurikulum dan Praktikum
Diskusi juga mencakup dinamika implementasi kurikulum, khususnya pemisahan SKS praktikum dari mata kuliah teori dalam pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
Perubahan ini membawa implikasi pada penyesuaian beban kerja dosen, pengelolaan jadwal praktikum, serta kebutuhan fasilitas laboratorium yang lebih memadai.
Perkuat Kolaborasi Antar PTKIN
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara FITK UIN Jakarta dan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, khususnya dalam pengembangan laboratorium dan peningkatan kualitas tenaga kependidikan.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat dari FITK UIN Jakarta. Banyak pengalaman berharga yang kami peroleh dan menjadi bekal untuk pengembangan laboratorium di tempat kami,” tutup Rita Syafitri.
Melalui kegiatan ini, kedua institusi menegaskan komitmen untuk terus saling belajar dan berkolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan PTKIN. (AM)