HMPS PIPS Selenggarakan Workshop Kewirausahaan
Gedung PPG, Bojongsari, BERITA FITK Online- Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMPS-PIPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggaraka Workshop Kewirausahaan yang bertajuk “Membentuk Jiwa Wirausaha Muda yang Mandiri, Kreatif dan Inovatif dalam Persaingan Global”. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada, Kamis (15/9/2022) bertempat di aula lantai 2 gedung PPG, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
Dalam kegiatan itu, HMPS-IPS menghadirkan empat narasumber di antaranya yaitu Dr. Iwan Purwanto, M. Pd., Anne Soraya Widyaningsih, S.Pd., Ahmad Rizki Muhammad, dan Miko Lee. Kemudian keempat narasumber tersebut menyampaikan materi secara bergantian.
“Workshop kewirausahaan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial entrepreneurship dan juga EKSPOSE Pendidikan IPS yang merupakan kegiatan ekplorasi usaha-usaha yang dijalankan oleh mahasiswa. Kemudian pada kegiatan ini mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan usahanya sesuai perkembangan zaman masa kini,” ujar ketua HMPS Pendidikan IPS, Muhammad Fajar Sodiq.
Sementara itu, Sekretaris Prodi IPS, Andri Noor Ardiansyah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan workshop itu juga merupakan bagian dari strategi Program Studi Pendidikan IPS untuk memfasilitasi mahasiswa yang mempunyai minat wirausaha.
“Workshop ini merupakan bagian dari strategi Program Studi Pendidikan IPS untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat wirausaha dan memulai usaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan tujuan untuk menumbuhkan wirausahawan baru yang berpendidikan tinggi,” terang Andri.
“Selain itu, dengan kegiatan seoperti ini mahasiswa diharapkan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja, berjiwa bisnis (sense of busines) yang berani untuk memulai mengembangkan usaha dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu serta membekali para mahasiswa dengan kemapuan bisnis. Program ini ditujukan untuk memotivasi kepada mahaiswa-mahasiswa agar memiliki jiwa kewirausahaan dan dapat mengembangkan dengan baik di masa sekarang,” pungkasnya.
Dalam pemaparan materinya, Iwan Purwanto menjelaskan keprihatinannya melihat data statistik pengangguran di Indonesia.
“Presentase pengangguran terdidik berada di tingkat lulusan SMK/SMA sebesar 80%, sedangkan 20% pada tingkat perguruan tinggi. Sementara itu, pada angka pengangguran bedasarkan tingkat pendidikan tahun 2021 SMU menepati presentase tertinggi yaitu sebesar 27,17%,” jelas Iwan.
“Jika negara kita ingin berhasil dalem pembangunannya maka kita harus menyediakan 4 juta wirausaha besar dan sedang, dan kita masih harus mencetak 40 juta wirausahawan kecil. Ini adalah suatu peluang besar yang menantang untuk berkreasi mengadu keterampilan membina wirausahawan dalam rangka turut berpartisipasi membangun negara dan bangsa Indonesia,” terang Bapak kelahiran Majalengka, Jawa Barat itu.
“Jika dahulu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lapangan, maka sekarang ini paradigma tersebut telah bergeser. Kewirausahaan telah menjadi suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya,” pungkasnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Anne Soraya Widyaningsih, Alumni Pendidikan IPS, Leader Ukasayah Group Sr12 dan juga Founder Naresh Teman Anak. Anne menyampaikan materi tentang Mental Bisnis Pemula. Ia menjelaskan pebisnis pemula harus memahami start a business yaitu dari Risk Taker, Passionate, Resilient dan Confident.
“Berani mengambil risiko yang akan terjadi nantinya. Mereka bahkan siap untuk keluar dari zona nyaman yang sedang mereka jalani saat ini demi menggapai apa yang mereka inginkan. Bahwasannya menjadi seorang wirausahawan harus siap mmperjuangkan apapun dan mengambil resiko," ucap Anne.
“Yang kedua Passionate, artinya penuh semangat, dalam arti ketika kita membangun sebuah usaha kita harus penuh semangat demi tujuan yang kita harapkan tercapai. Yang ketiga Resilient yang artinya kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah dalam berbisnis. Dan yang terakhir adalah confident artinya keadaan psikologis seseorang yang memunculkan keyakinan pada individu akan kemampuan berwirausaha pada diri sendiri, tanggung jawab, rasa optimis, rasional, objektif, serta realistis,” tutur alumni yang pernah menjadi aktivis mahasiswa itu.
Pada penyampaian materi ketiga dibawakan oleh Ahmad Rizki, Alumni Pendidikan IPS, Ketua Umum HMPS PIPS 2021 dan juga Praktisi Digital Marketing. Ia menyampaikan tentang Strategi Pemasaran Usaha dengan Marketplace.
“Marketplace adalah platform yang disediakan untuk para penjual berkumpul dan bisa menjual barang atau jasanya kepada pelanggan meski tanpa bertemu secara fisik dengan kita. Kita tidak perlu menjajakan barang dagangan, dan dapat menghemat biaya operasional,” ucap Ahmad Rizki.
“Contoh marketpace di Indonesia yaitu Tokopedia, Shopee, Blibli, Jd.Id, Lazada, Buka Lapak dan lain sebagainya,” ucapnya.
Berikutnya materi keempat atau terakhir disampaikan oleh Muhammad Miko Lee, Founder Jaksport Indonesia 1 (importir). Muhammad Miko Lee seorang mahasiswa aktif Telkom University semester 7 jurusan administrasi bisnis. Ia sempat mencoba berbagai macam bisnis namun gagal dan pernah bekerja di beberapa instansi sampai akhirnya menjalankan bisnis importir luar negeri sejak 2018 hingga sekarang.
“Belakangan, saya juga menjadi social media specialist bagian marketing pada beberapa local brand. Hal pertama yang harus dilakukan ketika memulai bisnis yaitu kenali dirimu sendiri. Saya mengembangkan bisnis retail import dari China yang menjual khususnya sepatu olahraga yang bernama JAKSPORT INDONESIA sedari tahun 2018 sampai dengan sekarang. Jaksport ini menjadi langganan timnas Indonesia U19, U16, timnas Indonesia pertiwi dan pemain ternama liga 1 indonesia,” terangnya.
“Menjalankan bisnis harus dimulai dengan niat dan tekad yang kuat. Tentukan produknya, gausah stock produknya. Cari suppliernya, fokus, konsisten, dan buat tampilan yang menarik. Mulai buat jualan, aksi, mulai berjualan, promosikan, optimis, berusaha dan berdoa,” jelasnya.
Kegiatan tersebut selesai tepat pada pukul 13.10 WIB. Sebelumnya, pada selang materi kedua ke materi keempat ada sesi hiburan musik yang menampilkan Senja Kustik HMPS Pendidikan IPS yang membawakan beberapa lagu dan ditutup pembacaan doa oleh Deni Adi Rahman, Mahasiswa Semester 5 Konsentrasi Ekonomi. (MusAm/Riskiyatul Khasanah)