HUBUNGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI MTS DARUL HIKMAH
HUBUNGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI MTS DARUL HIKMAH

Hubungan Game Online dan Kecerdasan Emosional: Noverio Rifki Pratama Raih Gelar Sarjana di FITK

Hubungan Game Online dan Kecerdasan

 

Gedung FITK, BERITA FITK Online — Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Noverio Rifki Pratama, sukses mempertahankan skripsinya dalam sidang munaqosah pada Rabu (8/7/2026) pukul 09.00-10.00 WIB. Skripsi berjudul "HUBUNGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI MTS DARUL HIKMAH" ini diuji oleh Dr. Dimyati, M.Ag., Dr. Zikri Neni Iska, M.Pd., dan Dr. Drs. H. Abdul Rosyid, M.Pd., di bawah bimbingan Dr. Siti Khadijah, M.A.

Hubungan Game Online dan Kecerdasan2

Penelitian kuantitatif asosiatif kausal ini menguji 50 sampel siswa kelas VIII menggunakan kuesioner dan analisis regresi linier berbantuan SPSS. Hasilnya menunjukkan bahwa intensitas bermain game online memberikan kontribusi sebesar 32,6% terhadap kecerdasan emosional siswa. Hubungan tersebut terbukti positif dan signifikan melalui nilai Thitung 0,571 > rtabel 0,235, serta dipertegas persamaan regresi Y = 14,737 +1,253X.

"Data empiris membuktikan bahwa peningkatan intensitas bermain game online pada porsi yang tepat justru berjalan sinkron dengan stimulasi positif pada kecerdasan emosional siswa, seperti kerja sama tim, motivasi berprestasi, dan regulasi diri," ujar Noverio saat memaparkan argumennya.

Sidang berlangsung interaktif saat dewan penguji menyoroti aspek pengawasan siswa. Penguji Utama, Dr. Zikri Neni Iska, M.Pd., menegaskan pentingnya batasan porsi bermain. "Temuan ini baik, namun peneliti harus merekomendasikan manajemen waktu yang ketat agar intensitas bermain tidak berubah menjadi kecanduan yang merusak emosi remaja madrasah," tuturnya.

Setelah musyawarah, dewan penguji menyatakan Noverio lulus dengan gelar S.P.d., tetapi dengan beberapa revisi pada draft skripsinya. Temuan ini diharapkan memberi sudut pandang baru bagi pendidik madrasah bahwa teknologi digital dapat diarahkan secara edukatif untuk membangun karakter, pengelolaan regulasi diri, dan empati sosial siswa jika dibimbing dengan tepat.