Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim terhadap Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Attahiyyah Cipondoh Tangerang
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim terhadap Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Attahiyyah Cipondoh Tangerang

Mahasiswa PAI Sukses Pertahankan Skripsi tentang Implementasi Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim di Pondok Pesantren Attahiyyah

Gedung FITK, BERITA FITK Online — Siti Rahmah, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sukses menyelenggarakan Sidang Munaqasyah Skripsi pada Rabu (8/072026) yang mengangkat tema pendidikan akhlak di lingkungan pesantren. Dalam sidang tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian berjudul "Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim terhadap Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Attahiyyah Cipondoh Tangerang." Sidang dihadiri oleh Dr. Muhammad Sholeh Hasan, Lc, MA, Dr. Romlah Abubakar Askar, dan M.A, Drs. Rusdi, Mag selaku dewan penguji serta civitas akademika.

Implementasi Nilai Pendidikan3

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Attahiyyah Cipondoh, Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan pondok pesantren, guru atau ustadzah, serta para santri.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa kitab Ta'lim al-Muta'allim tidak hanya dipelajari sebagai materi pembelajaran, tetapi juga diterapkan secara nyata melalui proses keteladanan, pembiasaan, bimbingan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh para pendidik di lingkungan pesantren.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim mampu membentuk karakter santri yang lebih baik. Nilai-nilai seperti keikhlasan dalam menuntut ilmu, penghormatan kepada guru, kesungguhan belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, tawadhu', dan menjaga adab telah menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren," Ujar penulis.

 

Implementasi Nilai Pendidikan2

Kaprodi PAI, Dr. Suwendi, M.Ag memberikan apresiasi terhadap tema penelitian yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan Islam saat ini, khususnya dalam upaya penguatan pendidikan karakter di lingkungan pesantren. Menurut penguji, kitab Ta'lim al-Muta'allim masih memiliki relevansi yang kuat sebagai pedoman pembentukan akhlak peserta didik di era modern.

"Penelitian ini memberikan gambaran bahwa pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui teori, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan, serta budaya pendidikan yang konsisten. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan pendidikan akhlak berbasis kitab klasik," ujarnya.

Selama proses sidang, mahasiswa juga memperoleh sejumlah saran penyempurnaan, di antaranya penguatan pembahasan terhadap implikasi hasil penelitian, pendalaman analisis teoritis mengenai pendidikan karakter, serta penyempurnaan aspek teknis penulisan sesuai pedoman akademik.

Implementasi Nilai Pendidikan

Berdasarkan hasil musyawarah dewan penguji, mahasiswa dinyatakan lulus sidang munaqasyah skripsi dengan revisi sesuai masukan penguji. Ketua sidang menyampaikan harapannya agar hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai karya ilmiah semata, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan akhlak di pesantren maupun lembaga pendidikan Islam lainnya.

Melalui penelitian ini disimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim berkontribusi secara positif terhadap pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Attahiyyah Cipondoh Tangerang. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya sikap hormat kepada guru, kedisiplinan, tanggung jawab, hubungan sosial yang harmonis antarsantri, serta tumbuhnya kepribadian Islami yang berlandaskan akhlakul karimah. (red. AYA, PAI)