Internalisasi Pendidikan Karakter Nilai Peduli Lingkungan Melalui Gerakan Zero Waste Berbasis Keteladanan dan Pembiasaan di SMA Annajah Bogor
Mahasiswa PAI UIN Jakarta Teliti Internalisasi Karakter Peduli Lingkungan melalui Gerakan Zero Waste di SMA Annajah Bogor

Ciputat (UIN Jakarta) Berita Online — Naila Faras Shidiqah, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta telah melaksanakan Sidang Munaqasyah Skripsi Rabu (8/07/2026) dengan judul "Internalisasi Pendidikan Karakter Nilai Peduli Lingkungan Melalui Gerakan Zero Waste Berbasis Keteladanan dan Pembiasaan di SMA Annajah Bogor." Sidang berlangsung di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan dihadiri oleh Prof. Dr. Sururin, M.Ag, Dr. Drs H. Abdul Rosyid, M.Pd, dan Drs. Rusdi, M.Ag selaku dewan penguji, serta mahasiswa.

Dalam sidang tersebut, peneliti memaparkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai karakter peduli lingkungan melalui gerakan zero waste berbasis keteladanan dan pembiasaan, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya di SMA Annajah Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta peserta didik kelas XI.
"Gerakan zero waste di SMA Annajah Bogor tidak hanya berfungsi sebagai program pengurangan sampah, tetapi telah menjadi media pendidikan karakter yang membentuk kesadaran peserta didik melalui keteladanan guru dan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Nilai peduli lingkungan tumbuh bukan sekadar karena aturan, melainkan karena telah menjadi budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman," ujar peneliti.

Dalam sesi tanya jawab, dewan penguji memberikan berbagai masukan akademik terkait penguatan landasan teoritis mengenai internalisasi nilai, pengembangan analisis terhadap tahapan pembentukan karakter, serta peluang replikasi program zero waste pada satuan pendidikan lainnya. Dewan penguji juga mengapresiasi relevansi penelitian yang dinilai sejalan dengan isu pembangunan berkelanjutan dan penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Penelitian ini juga mengungkap sejumlah faktor pendukung keberhasilan program, di antaranya komitmen kepala sekolah dan guru dalam memberikan keteladanan, kebijakan sekolah yang terstruktur, dukungan orang tua, kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, serta penguatan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi pendidikan karakter. Sementara itu, beberapa faktor penghambat yang masih dihadapi meliputi belum meratanya kesadaran peserta didik, pengaruh lingkungan di luar sekolah, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, kurang konsistennya pengawasan, serta keberadaan pedagang di sekitar sekolah yang masih menggunakan kemasan plastik sekali pakai.
Kaprodi PAI, Dr. Suwendi, M.Ag menyampaikan apresiasi atas kontribusi penelitian terhadap pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif apabila diimplementasikan melalui keteladanan yang konsisten, pembiasaan yang berkelanjutan, serta dukungan seluruh warga sekolah. Model seperti ini memiliki potensi untuk menjadi praktik baik bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun kepedulian lingkungan peserta didik," ungkapnya.
Melalui hasil penelitian ini diharapkan gerakan zero waste tidak hanya menjadi bagian dari program kebersihan sekolah, tetapi juga berkembang sebagai strategi pembentukan karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dalam penyelenggaraan pendidikan. (red. AYA, PAI)