MENJARING AKADEMISI PENDIDIKAN ISLAM MASA DEPAN, MPAI FITK UIN JAKARTA SELEKSI CALON MAHASISWA BARU 2026/2027
"MENJARING AKADEMISI PENDIDIKAN ISLAM MASA DEPAN, MPAI FITK UIN JAKARTA SELEKSI CALON MAHASISWA BARU 2026/2027"

Gedung FITK, BERITA FITK Online— Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan rangkaian seleksi Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) Program Magister Pendidikan Agama Islam Tahun Akademik 2026/2027 Semester Ganjil melalui tahapan tes wawancara pada 8–9 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi penerimaan mahasiswa baru yang bertujuan untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik, kesiapan intelektual, serta komitmen dalam mengembangkan keilmuan Pendidikan Agama Islam pada jenjang magister. Rangkaian seleksi CAMABA MPAI Tahun Akademik 2026/2027 telah berlangsung sejak tahap pendaftaran pada 9 Februari hingga 25 Juni 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan Tes English Test of Islamic Competence (ETIC) dan TOAFL pada 2–3 Juli 2026, Tes Potensi Akademik (TPA) pada 6–7 Juli 2026, serta diakhiri dengan tahap wawancara pada 8–9 Juli 2026.

Keberagaman latar belakang calon mahasiswa menjadi salah satu gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebanyak 29 calon mahasiswa baru yang mengikuti rangkaian seleksi Tahun Akademik 2026/2027 berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya wilayah Jabodetabek, Pekanbaru, Lampung, Pekalongan, Bandung, Ponorogo, Palembang, Boyolali, Padang, Jayapura, Trenggalek, dan berbagai daerah lainnya.
Keberagaman asal daerah tersebut menunjukkan bahwa Program Studi MPAI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki daya jangkau akademik yang semakin luas dan menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang ingin memperdalam keilmuan Pendidikan Agama Islam pada jenjang magister. Tidak hanya memperlihatkan luasnya jangkauan penerimaan mahasiswa, keberagaman tersebut juga menjadi kekuatan akademik tersendiri bagi MPAI UIN Jakarta. Pertemuan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah, budaya, dan pengalaman pendidikan diharapkan mampu memperkaya diskursus akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta melahirkan gagasan-gagasan inovatif dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia.

Adapun tim penguji dalam seleksi wawancara CAMABA MPAI Tahun Akademik 2026/2027 terdiri atas: Dr. Erba Rozalina Yulianti M.Ag., Prof. Dr. Sururin, M.Ag., Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D., Dr. Yudhi Munadi, M.Ag., Dr. Akhmad Sodiq, M.Ag., Dr. Marhamah Saleh, M.A., Dr. Abdul Mukti, M.A., Dr. Yayah Nurmaliyah, M.A., Dr. Khairan Muhammad, M.Ed., Dr. Miftahudin, M.Ag., Dr. Toto Edidarmo, M.A., Dr. Siti Khadijah, M.A., Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., Dr. Heni Narendrayani Hidayati, M.Pd., Dr. Iin Kandedes, M.A., Dr. Suhada, M.A. Kaprodi MPAI Apresiasi Antusiasme Calon Mahasiswa Baru

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Erba Rozalina Yulianti, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh calon mahasiswa yang telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, proses penerimaan mahasiswa baru bukan hanya sekadar tahapan administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan akademik Program Studi MPAI.
“Kami mengapresiasi seluruh calon mahasiswa yang telah mengikuti

rangkaianseleksiMPAITahunAkademik2026/2027.Seleksiinimerupakanikhtiar akademik untuk mendapatkan mahasiswa terbaik yang memiliki komitmen, kapasitasintelektual, dansemangat untuk berkontribusi dalam pengembangan PendidikanAgamaIslam,” ujar Dr. Erba Rozalina Yulianti, M.Ag.
Lebih lanjut, beliau berharap para calon mahasiswa yang nantinya diterima dapat menjadi bagian dari ekosistem akademik MPAI yang menjunjung tinggi nilai keilmuan, integritas, dan profesionalitas sebagai calon akademisi serta praktisi pendidikan Islam.
“Mahasiswa MPAI diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan studi
secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat, lembaga pendidikan, serta perkembanganpendidikanIslamdiIndonesia,” tambahnya.
Melalui proses seleksi yang terstruktur dan komprehensif ini, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan magister yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi UIN Jakarta dalam mencetak sumber daya manusia pendidikan Islam yang memiliki kompetensi akademik dan kepemimpinan intelektual di tingkat nasional maupun global. (Red. RIZKI - Mahasiswa MPAI UIN Jakarta)