Monitoring Pembangunan Masjid PPG, FITK UIN Jakarta Perkuat Sinergi Global dan Optimisme Penyelesaian
Monitoring Pembangunan Masjid PPG, FITK UIN Jakarta Perkuat Sinergi Global dan Optimisme Penyelesaian

Gedung PPG- BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan fasilitas ibadah representatif melalui pembangunan Masjid Kampus PPG Al-Rabi’ah. Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui kegiatan monitoring pembangunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra internasional dari Yayasan Jam’iyyah Khairiyah Indonesia Kuwait.
Kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) di Gedung Kampus PPG ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi progres pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam percepatan penyelesaian masjid. Dalam forum tersebut, pimpinan universitas, fakultas, panitia pembangunan, hingga kontraktor memaparkan capaian, tantangan, serta strategi ke depan.

Dekan FITK, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pembangunan masjid ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari visi besar penguatan ekosistem akademik dan spiritual di lingkungan kampus.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya mitra internasional dari Kuwait. Dengan semangat kolaborasi ini, kami optimis pembangunan masjid di Kampus PPG dapat diselesaikan dan memberikan manfaat besar bagi sivitas akademika,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak serta menegaskan komitmen universitas dalam mendukung penyelesaian pembangunan.
“Di Indonesia, jika masjid sudah mulai dibangun, maka insyaAllah akan selesai. Dengan potensi besar yang dimiliki UIN Jakarta—baik dari dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa—kami optimis pembangunan ini dapat dituntaskan bersama,” ungkapnya.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FITK, Dr. Yudhi Munadi, S.Ag., M.Ag., turut menyoroti pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam mengatasi keterbatasan anggaran.
“Progres yang telah dicapai saat ini patut diapresiasi. Namun kita masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal pendanaan. Karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, harus terus diperkuat,” jelasnya.
Ketua Panitia Pembangunan, Dr. Muhamad Arif, S.Pd., M.Pd., memaparkan bahwa hingga saat ini progres pembangunan telah menunjukkan perkembangan signifikan.
“Pekerjaan struktur telah mencapai level atap dan diproyeksikan selesai dalam waktu dekat. Dari sisi pendanaan, dana yang telah terhimpun mencapai sekitar 30 persen dari kebutuhan total, dengan total kebutuhan sekitar Rp8,6 miliar,” paparnya.
Ia juga menjelaskan bahwa masjid ini dirancang dengan konsep terintegrasi bersama laboratorium keagamaan Islam terpadu, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan keilmuan Islam.

Dari sisi teknis, pihak kontraktor menyampaikan bahwa pembangunan berjalan dengan baik meskipun menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca dan dinamika pembiayaan.
“Secara struktur, pembangunan sudah mencapai lantai tiga dan terus kami percepat. Tantangan utama saat ini adalah pengadaan elemen penting seperti kubah yang membutuhkan waktu produksi sekitar empat bulan, serta penyesuaian cashflow proyek,” jelas perwakilan kontraktor.
Selain itu, desain masjid juga mengedepankan aspek inklusivitas, seperti penyediaan akses ramah difabel, sistem ventilasi alami, serta kemungkinan integrasi teknologi pendingin di masa depan.

Kepala Bagian Tata Usaha FITK, Imam Thobroni, S.E., menambahkan bahwa pembangunan masjid ini menjadi simbol kebersamaan seluruh sivitas akademika.
“Kami merasakan betul semangat gotong royong dalam pembangunan ini, mulai dari pimpinan, dosen, hingga mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa masjid ini benar-benar dibangun dengan semangat kolektif,” ujarnya.

Perwakilan Asosiasi Indonesia–Kuwait Charity, Syekh Abdurrahman Mahfal, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas transparansi dan perkembangan pembangunan yang telah dicapai. Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mengupayakan dukungan dari para donatur.
“Kami sangat mengapresiasi laporan yang disampaikan, baik dari sisi desain maupun progres pembangunan yang sangat baik. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk berkomunikasi langsung dengan para donatur agar dukungan terhadap pembangunan masjid ini dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa terdapat tantangan dalam skema pendanaan internasional, namun tetap optimistis bahwa komunikasi intensif dengan para donatur akan memberikan hasil positif bagi keberlanjutan proyek ini.
Kegiatan monitoring ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan Masjid PPG Al-Rabi’ah tidak hanya melibatkan kekuatan internal kampus, tetapi juga dukungan global yang memperkuat nilai kolaborasi lintas negara.

Dengan berbagai capaian yang telah diraih, FITK UIN Jakarta optimis bahwa pembangunan Masjid PPG Al-Rabi’ah dapat segera rampung. Sinergi antara kampus, mitra internasional, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan peradaban Islam di lingkungan kampus. (AM)




