Rektor UIN Jakarta Kukuhkan Guru Profesional PPG Batch 4, Tegaskan Peran Guru sebagai Penggerak Peradaban
Rektor UIN Jakarta Kukuhkan Guru Profesional PPG Batch 4, Tegaskan Peran Guru sebagai Penggerak Peradaban

Rektor UIN Jakarta Kukuhkan Guru Profesional PPG Batch 4, Tegaskan Peran Guru sebagai Penggerak Peradaban

Auditorium Harun Nasution, BERITA FITK Online—Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., secara resmi mengukuhkan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 4 Tahun Akademik 2025/2026 sebagai Guru Profesional dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Rektor UIN

Prosesi pengukuhan menjadi puncak rangkaian penyelenggaraan PPG Batch 4 yang diikuti ribuan guru dari berbagai daerah di Indonesia. Acara turut dihadiri oleh pimpinan Kementerian Agama Republik Indonesia, pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), dosen, guru pamong, serta para peserta PPG yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi.

Dalam prosesi tersebut, Rektor membacakan naskah pengukuhan yang dilanjutkan dengan pengucapan Ikrar Guru Profesional Indonesia sebagai simbol komitmen para lulusan untuk menjalankan tugas profesinya dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam sambutannya, Prof. Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah yang memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan telah mengubah cara belajar masyarakat, namun tidak akan pernah menggantikan peran guru sebagai pendidik yang membentuk karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, guru tetap memiliki posisi yang tidak tergantikan. Guru bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, membangun karakter, membimbing, serta menginspirasi peserta didik agar menjadi generasi yang berakhlak, kritis, dan mampu menghadapi tantangan zaman."

Rektor juga mengingatkan bahwa seorang guru profesional harus terus mengembangkan kompetensinya sepanjang hayat. Sertifikat pendidik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan masyarakat.

PPG Batch 5

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru oleh FITK UIN Jakarta yang terus menunjukkan kualitas dan kepercayaan masyarakat secara nasional. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan PPG merupakan hasil sinergi antara universitas, fakultas, dosen, guru pamong, serta dukungan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas guru Indonesia.

Sementara itu, Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi momentum peneguhan komitmen moral dan profesional bagi para guru untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas.

"Guru profesional tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan semangat belajar sepanjang hayat. Kami berharap seluruh lulusan PPG FITK UIN Jakarta mampu menjadi teladan serta membawa perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujarnya.

Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Platform Guru Belajar bagi alumni PPG FITK UIN Jakarta sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Platform tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat bagi para alumni setelah menyelesaikan pendidikan profesi.

PPG Batch 4 (2)

Pengukuhan Guru Profesional PPG Batch 4 menjadi tonggak penting bagi para lulusan untuk memulai pengabdian sebagai pendidik profesional di berbagai wilayah Indonesia. Melalui penyelenggaraan PPG yang berkualitas, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus menegaskan perannya dalam mencetak guru yang kompeten, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi penggerak transformasi pendidikan nasional. (AM)