“Robohnya Surau Kami” Menggetarkan Panggung dengan Pesan Moral yang Kuat
“Robohnya Surau Kami” Menggetarkan Panggung dengan Pesan Moral yang Kuat

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama#10 (1)

“Robohnya Surau Kami” Menggetarkan Panggung dengan Pesan Moral yang Kuat

BERITA FITK Online Gedung Theater Gulungan 13 Mei 2026 Pekan Apresiasi Sastra dan Drama kembali digelar sebagai agenda tahunan mahasiswa PBSI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah pementasan drama oleh mahasiswa semester 6 kelas B yang berlangsung di Gedung Teater Bulungan, Jakarta Selatan. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pewara, kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Produser PESTARAMA #10+1, Rosida Erowati, M.Hum., Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa setiap tahun Pestarama selalu menetapkan tema sebagai arah kegiatan sekaligus bagian dari pendidikan teater mahasiswa.

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama#10 (2)

Menurutnya, Pestarama tumbuh dari proses praktikum yang berbeda dengan perkuliahan tatap muka karena teori yang dipelajari terus diuji melalui praktik nyata, mulai dari riset naskah hingga proses produksi yang dilakukan secara intens. Ia menegaskan bahwa melalui Pestarama, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kampus, tetapi juga mengenal dunia teater lebih luas serta membangun jejaring di Tangerang, Banten, hingga Jakarta, sehingga seluruh proses ini menjadi pengalaman berharga dan kenangan yang akan melekat bagi mahasiswa. “Langkah kecil ini bisa menjadi besar dan menginspirasi kita semua,” ungkapnya.

Selanjutnya, acara juga diisi dengan sambutan dari perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Banten, Yanuar Mandiri, S.Pd., M.Hum. sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan apresiasi sastra dan teater mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, perjalanan yang telah berlangsung selama sebelas tahun bukanlah waktu yang singkat, melainkan proses panjang yang patut dibanggakan karena mampu menjadi ruang belajar sekaligus memori berharga bagi mahasiswa. “Perjalanan sebelas tahun ini bisa menjadi memori dan perjalanan yang panjang,” ungkapnya.

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama#10 (3)

Puncak acara kemudian dilanjutkan dengan pementasan drama berjudul “Robohnya Surau Kami”, karya A.A. Navis (diadaptasi oleh Hermana HMT). Pementasan ini mengangkat kisah seorang kakek garin yang sepanjang hidupnya beribadah dengan penuh ketulusan, namun kemudian mengalami pergolakan batin setelah mendengar kisah dari Ajo Sidi. Cerita ini menyoroti kritik sosial serta refleksi mengenai makna ibadah dan kehidupan manusia.

Pementasan berlangsung dengan suasana yang kuat dan penuh pesan moral. Adegan demi adegan menampilkan konflik batin tokoh yang membangun perhatian penonton, hingga membawa cerita pada akhir yang tragis. Setelah pertunjukan berakhir, acara dilanjutkan dengan sesi apresiasi dan penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi. Penyerahan dilakukan kepada Rosida Erowati, M.Hum. selaku Produser PESTARAMA, Luthfi Ibrahim selaku sutradara pementasan, serta Lalu Karta Wijaya selaku pembimbing pementasan. Kegiatan apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan atas kerja keras seluruh tim produksi.

Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan ramah tamah, di mana keluarga serta para sahabat diperkenankan untuk memberikan apresiasi langsung kepada para pemain. Selain pementasan, PESTARAMA #10+1 juga menghadirkan pameran sebagai bagian dari rangkaian acara. Pameran ini menampilkan dokumentasi perjalanan PESTARAMA dari tahun ke tahun, termasuk arsip visual serta informasi mengenai pementasan-pementasan sebelumnya. Kehadiran pameran tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan gambaran perkembangan PESTARAMA sebagai ruang apresiasi sastra dan drama. Keseluruhan acara pementasan ini diharapkan dapat menjembatani kreativitas mahasiswa dan menjadi ruang belajar yang menghidupkan semangat. (red. PBSI, H)