“Sumur Tanpa Dasar”: Pementasan Perdana Pestarama #10+1
“Sumur Tanpa Dasar”: Pementasan Perdana Pestarama #10+1

“Sumur Tanpa Dasar”: Pementasan Perdana Pestarama #10+1

 

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama

 

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama2

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama  #10+1 (Pestarama) akhirnya menggelar pementasan perdananya pada tanggal 12 Mei 2026. Pementasan perdana ini digelar oleh mahasiswa semester 6 kelas A, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pementasan ini dilangsungkan di Gedung Teater Bulungan, Jakarta Selatan.

Pementasan ini diawali dengan gong 3 yang dibunyikan pada pukul 18.40, kemudian dibuka oleh pewara. Pembukaan acara oleh pewara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Produser Pestarama #10+1, Rosida Erowati, M.Hum. Sambutan ini menyampaikan kilas balik Pestarama yang sudah dilaksanakan lebih dari 1 dekade. Menurutnya, pestarama menjadi wadah bagi mahasiswa berkembang dan menjadi tempat untuk mewujudkan teori-teori yang biasanya hanya dipelajari di kelas menjadi praktek nyata.

“Pestarama ini tumbuh melampaui batas praktikum. Dan ini kemudian menjadi sebuah laboratorium kebudayaan bagi kami, terutama yang ada di pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, para civitas akademikanya, para dosen, para mahasiswa, dan juga para alumni. Dan Pestarama ini juga menjadi tempat dimana teori itu sudah tidak lagi jadi teori, tapi betul-betul diuji menjadi sebuah praktik yang nyata.” Ujarnya.

 Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Agung Priosusanto, S.E, M.M. selaku perwakilan Dinas Kebudayaan.  Ia  menyampaikan apresiasinya kepada PBSI. Menurutnya, Pestarama menjadi tempat berkembangnya sastra dan drama. Ia juga mengatakan jika Pestarama membuat sastra dan drama semakin dikenal dan diminati banyak orang.

"Kegiatan pestarama dapat terus hadir untuk ruang apresiasi dan kolaborasi.” Ungkapnya.

Ia juga mendoakan kelancaran untuk Pestarama, "semoga kegiatan ini berjalan lancar untuk menjadi salah satu wadah bagi kemajuan sastra dan drama."

Penampilan dari SMAN 34 Jakarta, juga menjadi bagian dari pembukaan acara pada malam ini. SMAN 34 merupakan peserta terpilih dari Workshop Keaktoran untuk menampilkan drama pendek. Penampilan ini ditampilkan oleh 5 siswa SMAN 34 Jakarta. Penampilan drama pendek tersebut ditampilkan dengan luar biasa dan sangat apik.

Usai penampilan tersebut, pementasan dimulai tepat pada pukul 19.30 WIB. Pementasan perdana Pestarama #10+1 adalah naskah drama karya Arifin C. Noer yang berjudul “Sumur Tanpa Dasar”. Naskah ini menceritakan tentang kekayaan dan kuasa. Jumena Martawangsa, seorang yang percaya bahwa harta adalah satu-satunya cara untuk melindungi dirinya dari pengkhianatan. Trauma masa lalu membentuknya menjadi penuh curiga dan kendali, hingga tanpa ia sadari, cara ia menjaga justru perlahan menghancurkan apa yang ingin pertahankan.

Pementasan ini mendapat banyak tanggapan positif dari para penonton. Banyak gelak tawa terdengar dari arah penonton. Salah satunya adalah saat para pekerja masuk. Pekerja menyampaikan banyak keluhan dan keinginan mereka sebagai pekerja pada Jumena, sebagai juragan mereka. Kenaikan gaji, kebebasan untuk cuti, bekerja dengan aman dan nyaman, dan banyak keluhan-keluhan lainnya. Kritik-kritik tersebut disampaikan dengan bahasa yang lucu, sehingga menimbulkan gelak tawa dari penonton.

Ada pula adegan yang cukup membekas di mata penonton, yaitu karakter Lodod. Menurut Sarah, salah seorang penonton, Lodod berhasil dibawakan dengan pembawaan karakternya yang mengundang tawa.

“Karakter yang cukup membekas buat aku, karakter Lodod. Alasannya karena Lodod pembawaannya bener-bener lucu, jadi membuat para penonton, termasuk aku, ikut terbawa suasana dan ketawa.”

Pementasan diakhiri dengan tawa puas dari Euis dan tepuk tangan dari penonton. Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi apresiasi yang diserahkan oleh Dr. Ahmad Bahtiar, M.Hum. selaku Ketua Program Studi PBSI. Kemudian penyerahan poster dari Rosida Erowati, M.Hum. kepada Milatunnajiah selaku sutradara. Serta penyerahan sertifikat dan cinderamata untuk Said Riyadi Abdii selaku pembimbing pementasan. Acara pementasan diakhiri dengan sesi ramah tamah antara para pemain dan para penonton.

Selain puncak acara yaitu pementasan, Pestarama #10+1 juga menghadirkan kembali pameran seperti tahun-tahun sebelumnya. Pameran kali ini berisikan perjalanan Pestarama dari tahun ke tahun, mulai dari Pestarama 1 hingga Pestarama 10. Pameran tersebut juga menghadirkan foto penulis-penulis naskah yang akan dipentaskan dalam Pestarama #10+1. Yakni foto Arifin C. Noer, A.A. Navis, dan juga Fariduddin Attar. Pameran ini disusun dengan sangat menarik sehingga menarik minat penonton untuk melihatnya. Menurut pengunjung, pameran sangat membantu untuk mengetahui lebih jauh mengenai Pestarama.

"Pamerannya bantu kita jadi tau perjalanan pementasan Pestarama dari tahun ke tahun,” ungkap salah seorang pengunjung pameran.

Keseluruhan acara pada pementasan perdana Pestarama #10+1 ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi para mahasiswa PBSI, khususnya kelas 6A. Diharapkan acara Pestarama dapat terus hadir dan memberi ruang bagi pemikiran, kreativitas, dan inovasi baru. (rd. PBSI)