TRANSFORMASI AKADEMIK MENUJU WAWASAN GLOBAL, FITK UIN JAKARTA GELAR STUDENT MOBILITY & TEACHING PRACTICE DI ASH SHURA INSTITUTE OF QURANIC SCIENCES (ASIQS)
TRANSFORMASI AKADEMIK MENUJU WAWASAN GLOBAL, FITK UIN JAKARTA GELAR STUDENT MOBILITY & TEACHING PRACTICE DI ASH SHURA INSTITUTE OF QURANIC SCIENCES (ASIQS) DAN UNIVERSITI MALAYA, MALAYSIA
Malaysia, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman akademik berwawasan global melalui program Student Mobility & Teaching Practice di Malaysia. Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar, pengajaran, pertukaran wawasan, serta interaksi langsung dengan lingkungan pendidikan internasional.
Kegiatan Student Mobility & Teaching Practice dilaksanakan pada tanggal 1-30 September 2026 di ASIQS Ash Shura Institute of Quranic Sciences dan Universiti Malaya (UM), Malaysia, dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah program studi di lingkungan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan praktik pendidikan dalam konteks internasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai pengelolaan pendidikan, pembelajaran, dan pengembangan keilmuan di Malaysia.
Program Student Mobility & Teaching Practice secara resmi dibuka pada tanggal dan dilepas oleh Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Salamah Agung, M.A., Ph.D. Kegiatan pelepasan tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa sebelum menjalani rangkaian kegiatan akademik dan teaching practice di Malaysia.

Keberangkatan mahasiswa menuju Malaysia pada tanggal 31 Agustus 2026 menjadi langkah awal dari rangkaian pengalaman internasional yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi akademik, profesionalitas, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik yang memiliki perspektif global.
Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa peserta dibagi ke dalam beberapa batch. Batch 1 terdiri atas delapan mahasiswa, yaitu Muhammad Ridhoni Al Arif (MPAI) Sebagai ketua rombongan mahasiswa batch 1, Pratika Meynadia (MMPI), Ahmad Furqon Al Mubarok (MPAI), Aqila Thahira Sisfiamuhsha (MPBI), Salsabila Khoirunnisa (MMPI), Dhiya Azhomah Romadhona (MPAI), Samia Novera (MPAI), dan Saifulloh El Hanif (MMPI).
Rombongan Batch 1 didampingi oleh Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Dr. Erba Rozalina Yulianti, M.Ag. Kehadiran pimpinan program studi dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses akademik dan koordinasi mahasiswa selama pelaksanaan program berjalan secara optimal.
Sementara itu, Batch 2 diikuti oleh sembilan mahasiswa, yaitu Fadliyah Uzma (MPBI), Rini Ainun Nisya (MMPI), Mafiqah Kayyisah (MPAI), Alfi Lutfiyah (MPAI), Latifah Asmarani (PKIM), Laila Robbayani (PAI), Nurul Fhatiha (PBIO), Nabila Alaila Wibowo (PMAT), dan Alifah Solihah (PKIM).
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menunjukkan bahwa Student Mobility & Teaching Practice tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman individual, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring akademik lintas program studi. Interaksi antara mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang beragam diharapkan mampu memperkaya perspektif mengenai pendidikan serta mendorong lahirnya kolaborasi akademik yang lebih luas.
MEMBANGUN JEJARING AKADEMIK DI ASH SHURA INSTITUTE OF QURANIC SCIENCES (ASIQS)
Salah satu lokasi utama pelaksanaan kegiatan adalah ASIQS Ash Shura Institute of Quranic Sciences, Malaysia. Kehadiran mahasiswa FITK UIN Jakarta di ASIQS menjadi kesempatan untuk mengenal secara lebih dekat lingkungan pendidikan Islam dan pembelajaran Al-Qur’an dalam konteks Malaysia.
Pada tahap awal kegiatan di ASIQS, mahasiswa bersama Kaprodi MPAI dan tim ASIQS melakukan pertemuan serta dokumentasi bersama. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan hubungan akademik antara mahasiswa FITK UIN Jakarta dengan pihak ASIQS.

Interaksi antara mahasiswa dan pihak ASIQS tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung lingkungan pembelajaran, mengenal kultur akademik dan pendidikan setempat, serta mengikuti berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan dalam rangkaian Student Mobility & Teaching Practice.
Program ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata. Melalui kegiatan teaching practice, mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan karakteristik peserta didik, lingkungan pembelajaran, serta pendekatan pendidikan yang memiliki konteks sosial dan budaya berbeda.
Pengalaman tersebut menjadi penting bagi mahasiswa pendidikan, khususnya mahasiswa yang dipersiapkan menjadi pendidik dan akademisi. Mengajar di lingkungan internasional tidak hanya membutuhkan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan komunikasi, fleksibilitas, kreativitas, pengelolaan kelas, serta kepekaan terhadap keberagaman budaya.
TEACHING PRACTICE: MENGUBAH PENGETAHUAN MENJADI PENGALAMAN
Rangkaian teaching practice di ASIQS menjadi salah satu bagian utama dalam program Student Mobility. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas pembelajaran serta mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan pedagogis yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam proses tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta yang mengamati kegiatan pembelajaran, tetapi juga sebagai calon pendidik yang berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan pendidikan di Malaysia. Pengalaman ini memberikan pembelajaran kontekstual mengenai bagaimana proses pembelajaran dirancang, dilaksanakan, dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik lembaga serta peserta didik.
Teaching practice juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk membandingkan pengalaman pendidikan yang diperoleh di Indonesia dengan praktik pendidikan yang ditemui di Malaysia. Perbedaan lingkungan, kebiasaan belajar, pola interaksi, serta pendekatan pembelajaran menjadi bagian dari pengalaman akademik yang dapat memperluas cara pandang mahasiswa terhadap dunia pendidikan.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan praktik mengajar, tetapi juga pada pengembangan kemampuan mahasiswa untuk menjadi pendidik yang reflektif, adaptif, komunikatif, dan memiliki wawasan global.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kompetensi dan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mahasiswa membawa identitas akademik sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia sekaligus menjadi representasi mahasiswa Indonesia dalam lingkungan pendidikan internasional.

MEMPERLUAS WAWASAN AKADEMIK MELALUI UNIVERSITI MALAYA
Selain kegiatan di ASIQS, rangkaian Student Mobility & Teaching Practice juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di Universiti Malaya (UM). Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Malaysia, Universiti Malaya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pendidikan tinggi, lingkungan akademik, serta perkembangan keilmuan dalam perspektif internasional.
Kunjungan dan kegiatan akademik di Universiti Malaya diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar dari ruang kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung ekosistem pendidikan tinggi dan membangun interaksi akademik dengan lingkungan kampus internasional.
Pengalaman tersebut sejalan dengan semangat internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dalam lingkungan global.
Bagi mahasiswa FITK UIN Jakarta, pengalaman berada di lingkungan Universiti Malaya juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik dan membuka kemungkinan kolaborasi di masa mendatang. Pertemuan lintas institusi diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terbangunnya hubungan yang lebih berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
MENJADI PENDIDIK DENGAN WAWASAN GLOBAL
Program Student Mobility & Teaching Practice memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perjalanan akademik ke luar negeri. Program ini merupakan bagian dari proses pembentukan mahasiswa agar memiliki kesiapan menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks dan terhubung secara global.
Melalui pengalaman belajar dan mengajar di Malaysia, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan sejumlah kompetensi penting, mulai dari kemampuan pedagogis, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, pemecahan masalah, hingga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda.
Pengalaman lintas negara juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pendidikan memiliki karakteristik yang beragam sesuai dengan konteks masyarakatnya. Perbedaan tersebut bukan menjadi batas, melainkan menjadi sumber pembelajaran untuk melihat praktik pendidikan dari perspektif yang lebih luas.
Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pengalaman internasional memiliki nilai strategis. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami keilmuan Islam secara mendalam, tetapi juga perlu mampu mengomunikasikan nilai-nilai pendidikan Islam secara kontekstual di tengah masyarakat yang semakin plural dan terhubung secara global.
Karena itu, Student Mobility & Teaching Practice menjadi salah satu bentuk nyata ikhtiar FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mempersiapkan calon pendidik dan akademisi yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam lingkungan internasional.

DARI MALAYSIA UNTUK INDONESIA
Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program di Malaysia diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke Indonesia. Setiap pengalaman akademik, praktik mengajar, interaksi dengan pendidik, serta pengamatan terhadap lingkungan pendidikan di Malaysia dapat menjadi bahan refleksi dan pembelajaran yang kemudian dibawa kembali ke lingkungan akademik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mahasiswa diharapkan mampu membagikan pengalaman tersebut kepada sivitas akademika, teman sejawat, serta lingkungan pendidikan yang lebih luas. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga dapat memberikan efek pengembangan pengetahuan dan praktik pendidikan di lingkungan asal mahasiswa.
Lebih jauh, pengalaman internasional ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih percaya diri, terbuka terhadap perbedaan, memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya, serta siap menghadapi dinamika dunia pendidikan pada masa mendatang.
Program Student Mobility & Teaching Practice di ASIQS Ash Shura Institute of Quranic Sciences dan Universiti Malaya sekaligus menjadi wujud komitmen FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan, memperluas jejaring kelembagaan, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era global.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya datang ke Malaysia untuk belajar, tetapi juga membawa identitas, nilai, dan semangat akademik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mereka belajar dari lingkungan internasional, berbagi pengalaman sebagai mahasiswa Indonesia, mempraktikkan kompetensi sebagai calon pendidik, serta membangun jejaring yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Student Mobility & Teaching Practice akhirnya menjadi sebuah perjalanan akademik yang mempertemukan belajar, mengajar, beradaptasi, dan berkolaborasi. Dari ruang-ruang pembelajaran di ASIQS hingga lingkungan akademik Universiti Malaya, mahasiswa FITK UIN Jakarta mendapatkan pengalaman untuk melihat pendidikan dari perspektif yang lebih luas sekaligus mempersiapkan diri menjadi pendidik dan akademisi yang mampu berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung global. (red. Muhammad Ridhoni Al Arif)
