Dorong Inovasi Pembelajaran, Literasi, dan Inklusivitas, FITK UIN Jakarta Gelar PkM Kolaboratif di SMAN 1 Parakansalak Sukabumi
Dorong Inovasi Pembelajaran, Literasi, dan Inklusivitas,
FITK UIN Jakarta Gelar PkM Kolaboratif di SMAN 1 Parakansalak Sukabumi
SUKABUMI, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif di SMAN 1 Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini melibatkan 11 dosen dan empat mahasiswa lintas program studi untuk mendorong inovasi pembelajaran, penguatan literasi, pendidikan inklusif, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan PkM lintas program studi yang diketuai Solihin, M.Pd., tersebut melibatkan sivitas akademika dari Program Studi Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen FITK UIN Jakarta dalam menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Disambut Meriah, Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Sekolah
Kehadiran tim PkM FITK UIN Jakarta disambut meriah oleh keluarga besar SMAN 1 Parakansalak. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) sekolah turut menyambut kedatangan tim, disusul penampilan grup vokal yang terdiri atas para guru dengan membawakan lagu “Jayanti”.
Suasana semakin semarak melalui penampilan dua siswa berbakat, Ibrahim dan Hamidah, yang membawakan lagu “Rindu Kekasih Hati”, ciptaan Kepala SMAN 1 Parakansalak, Didin Jamaludin, S.Pd., M.Pd.
Kepala SMAN 1 Parakansalak, Didin Jamaludin, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum H. Eris Rustandi, M.Pd., M.Si., serta perwakilan komite sekolah H. Suwandjen, S.Ag., ia menegaskan pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah untuk mendukung transformasi pendidikan.
"Kami menyambut dengan penuh sukacita dan rasa bangga kehadiran para dosen dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kehadiran alumni UIN yang kini mengajar dan membimbing siswa kami dalam menorehkan prestasi di berbagai lomba sains menjadi bukti kualitas almamater. Kolaborasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi pendidikan berkelanjutan di sekolah kami, khususnya dalam inovasi pembelajaran, literasi, dan kepedulian lingkungan," ujar Didin Jamaludin, S.Pd., M.Pd.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru, pengembangan potensi siswa, dan penciptaan lingkungan belajar yang lebih berkualitas.
Hadirkan Pembelajaran Tematik dan Interaktif
Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Berkelanjutan: Inovasi Pembelajaran, Pendidikan Inklusif, Literasi Bahasa, dan Kepedulian Lingkungan”, kegiatan PkM dirancang melalui sejumlah kelas tematik interaktif yang melibatkan guru dan siswa secara langsung.
Berbagai program unggulan dihadirkan untuk memperkaya pengalaman belajar sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Program tersebut mencakup pengolahan sampah menggunakan metode Takakura, pembelajaran pantun untuk mengembangkan literasi kreatif, penerapan STEM for All Educator, penggunaan bahasa Indonesia di media sosial, serta penguatan prinsip-prinsip pembelajaran inklusif.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan pendekatan lintas disiplin yang menghubungkan sains, bahasa, literasi, dan pendidikan inklusif dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, guru dan siswa diharapkan memperoleh pengalaman serta inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Pengolahan sampah melalui metode Takakura, misalnya, menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pembelajaran pantun dan penggunaan bahasa Indonesia di media sosial menjadi bagian dari penguatan literasi bahasa di tengah perkembangan komunikasi digital.
Di sisi lain, penerapan STEM for All Educator dan prinsip pembelajaran inklusif mendorong pengembangan pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika sekaligus memperhatikan keberagaman kebutuhan peserta didik.
Dorong Keberlanjutan Inovasi Pendidikan
Perwakilan dosen FITK UIN Jakarta, Dr. Elvi Susanti, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan antusiasme warga sekolah dalam mengikuti kegiatan PkM tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas program studi membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendampingi sekolah dalam mengembangkan praktik pendidikan yang relevan dengan tantangan masa kini.
"Sambutan hangat guru dan siswa menunjukkan tingginya semangat belajar di sekolah ini. Melalui program PkM lintas prodi ini, kami berharap dapat membersamai para guru dan siswa untuk terus mengintegrasikan inovasi pembelajaran, sains, dan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan dalam keseharian sekolah," ungkap Dr. Elvi Susanti, M.Pd.
Apresiasi tersebut mencerminkan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan PkM dapat dikembangkan dan diterapkan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi turut membuka peluang bagi penguatan budaya belajar, kreativitas, dan kepedulian lingkungan di sekolah.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim PkM FITK UIN Jakarta juga menyerahkan buku hasil karya dosen kepada pihak SMAN 1 Parakansalak. Penyerahan buku ini menjadi bentuk kontribusi akademik sekaligus dukungan terhadap penguatan sumber belajar di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan PkM kolaboratif ini, FITK UIN Jakarta berharap sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus berkembang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi, penerapan pembelajaran inovatif, serta pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan dan menghargai keberagaman.
Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam menjembatani pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pendidikan di masyarakat, sehingga transformasi pendidikan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui praktik pembelajaran yang nyata dan berdampak. (Red.Solihin)
