Pulang ke FITK: Tiga Generasi, Tiga Warna Jaket, Satu Rumah Almamater
Pulang ke FITK: Tiga Generasi, Tiga Warna Jaket, Satu Rumah Almamater

Pulang ke FITK

Pulang ke FITK: Tiga Generasi, Tiga Warna Jaket, Satu Rumah Almamater

 

Gedung FITK, BERITA FITK Online–Tiga generasi alumni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkumpul dalam suasana hangat dan penuh nostalgia melalui kegiatan Pulang ke FITK: Kamu Tim Jaket yang Mana?. Sabtu (31/10/2026), di Kampus 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mengusung semangat “Tiga Generasi, Tiga Warna Jaket, Satu Rumah: FITK”, kegiatan ini menjadi momentum mempertemukan kembali alumni lintas angkatan sekaligus mempererat ikatan emosional dengan almamater.

Dekan FITK

Menghadirkan identitas tiga warna jaket, kegiatan ini merepresentasikan perjalanan lintas generasi alumni FITK. Tim Hijau mewakili angkatan sampai dengan 2008 sebagai generasi perintis, Tim Dongker untuk angkatan 2009–2019 sebagai generasi penerus, serta Tim Biru bagi angkatan 2019 hingga sekarang sebagai generasi kekinian. Perbedaan warna dan periode angkatan tersebut menjadi simbol keberagaman pengalaman, perjalanan, dan kenangan yang menyatukan seluruh alumni dalam satu keluarga besar FITK.

Imam Thobroni1

Suasana kebersamaan terasa sejak awal kegiatan. Para alumni hadir untuk kembali mengenang masa-masa perkuliahan, bertemu dengan rekan seperjuangan, berbagi cerita perjalanan karier, serta menyaksikan perkembangan fakultas yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Dekan FITK UIN Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas kehadiran para alumni dari berbagai angkatan. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan hanya menjadi ruang bernostalgia, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan membangun kontribusi bersama bagi kemajuan fakultas.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Siti Nurul mengajak para alumni melihat kembali perjalanan FITK sekaligus memahami arah transformasi fakultas dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan sedang mengalami perubahan besar, terutama dalam paradigma pembelajaran, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta tuntutan profesionalisme dan daya saing global.

“Transformasi FITK bukan sekadar sebuah pilihan, tetapi merupakan amanah,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa FITK terus memperkuat enam pilar transformasi, meliputi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan profesionalisme guru sejak masa perkuliahan, transformasi digital, peningkatan riset dan publikasi berdampak, internasionalisasi dan kemitraan, serta penguatan tata kelola dan sumber daya manusia.

Salah satu prinsip penting dalam transformasi tersebut adalah pemanfaatan teknologi yang tetap berorientasi pada penguatan pedagogi.

“Prinsip kita, teknologi melayani pedagogi dan bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dekan memaparkan sejumlah capaian FITK, di antaranya keberadaan 18 program studi, dengan 15 program studi telah memperoleh predikat unggul dari LAMDIK. FITK juga memiliki lebih dari 300 sekolah dan madrasah mitra, 24 guru besar, serta jumlah mahasiswa mencapai 7.317 orang.

Semasa Dekan FITK

Dalam pengembangan jejaring internasional, mahasiswa FITK telah memperoleh kesempatan mengikuti berbagai program akademik dan pengalaman lapangan di sejumlah negara, seperti Tiongkok, Vietnam, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Menurut Prof. Nurul, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, keberadaan alumni menjadi salah satu kekuatan penting yang dapat terus dikembangkan untuk memperluas jejaring, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat kontribusi FITK bagi masyarakat.

Pulang ke FITK4

Ia juga mengingatkan bahwa transformasi fakultas tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan pimpinan dan dosen. Kemajuan FITK membutuhkan keterlibatan seluruh keluarga besar fakultas, termasuk para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang profesi dan lingkungan masyarakat.

Pulang ke FITK3

Melalui kegiatan Pulang ke FITK, fakultas berharap hubungan antara almamater dan alumni semakin erat. Perbedaan generasi, warna jaket, dan pengalaman bukan menjadi sekat, melainkan kekayaan yang memperkuat identitas bersama sebagai keluarga besar FITK UIN Jakarta.

Pulang ke FITK2

Pada akhirnya, Tim Hijau, Tim Dongker, maupun Tim Biru memiliki cerita masing-masing. Namun, ketiganya dipertemukan oleh satu tempat yang sama, tempat mereka pernah belajar, bertumbuh, dan menyiapkan masa depan. FITK bukan sekadar ruang perkuliahan yang menyimpan kenangan, melainkan rumah bersama yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan setiap alumninya. (AM)